Harmoko dan Politik

Yang saya tulis adalah artikel tentang Pak Harmoko, mantan ketua MPR era orde baru sekaligus mantan Ketua Umum Golkar. Saya menulis ini bukan karena saya simpatisan, tetapi hanya karena asal kami sama, yakni Nganjuk, kota yang cukup menyenangkan.

Beberapa waktu lalu, saya melihat Pak Harmoko telah muncul di media-media, terutama berkaitan dengan pembentukan partai baru bernama Partai Kerakyatan Nasional. Saya tidak juga membahas tentang partai ini, silakan dicari di media-media lain.

Menurut saya, Pak Harmoko ini adalah figur yang cukup misterius juga. Dapat saya katakan, beliau adalah seorang politisi ulung. Seperti kita ketahui dari arti kata politik di wikipedia, kita tidak dapat mengatakan benar-salah secara langsung dalam dunia perpolitikan, melainkan harus ada sopan-santun (etika politiknya). Karena memang, tujuan politik adalah begitu. Saya bukanlah ahli politik, namun saya dapat mengatakan bahwa langkah yang diambil Pak Harmoko (secara khusus dan secara umum para kader/mantan Golkar), adalah taktis. Mungkin, apabila semua tidak membuat partai sendiri-sendiri seperti sekarang, kekuatan Partai Golkar akan semakin besar. Terlepas dari hal partai ini sering dihujat, namun saya tetap memegang pendapat saya bahwa dalam hal politik, kita tidak bisa serta merta menyatakan ini salah itu benar dan sebaliknya, semua punya hak berpendapat dan bersikap.

Dalam hal sosial, Pak Harmoko ini menurut saya adalah seorang yang humoris juga, ini saya rasa perlu juga bagi para politisi lain. Tampang serius akan membuat warga jadi tegang seolah-olah semua masalah itu berat dan sukar diatasi. Hal-hal dalam politik perlu juga dibuat istilah-istilah yang menyenangkan, mudah diingat, dan segar, bukan justru istilah-istilah yang sukar dipahami, njlimet, terkesan kebarat-baratan. Dapat kita contoh istilah jaman dulu semacam Pentil Kecakot (Penerangan Tilpun Kecamatan Kota), yang bertujuan memajukan warga dalam bidang telekomunikasi. Mungkin istilah ini tidak perlu ditulis dalam perundang-undangan, tapi saya rasa bisa dipakai dalam istilah-istilah tak resmi agar dapat dikenal masyarakat.

Kemudian, dalam wawancara-wawancaranya, di detik.com misalnya, Pak Harmoko juga mengatakan tidak bersedia jadi Presiden ataupun Ketua Partai. Ini menunjukkan contoh juga bahwa kadang, ambisi itu perlu juga di-manage. Ambisi pribadi itu boleh-boleh saja, namun juga harus tetap memperhatikan aspek-aspek lain. Dalam hal politik, perlu juga memperhatikan kaum muda / kaum yang lebih berkompeten misalnya. Karena pada dasarnya, yang harus diutamakan adalah kepentingan publik.

Pak Harmoko juga tidak menunjukkan emosinya saat media-media sering memberitakan hal-hal yang negatif semacam “Brutus Orde Baru”, “Hari-hari omong kosong”, dan sebagainya, malah ditanggapi dengan humor. Ini juga perlu diperhatikan pemain politik kita bahwa tidak semua hal harus ditanggapi dengan emosi.

Ada banyak hal dari Pak Harmoko yang bisa dicontoh.

Articulos relacionados

    4 Responses to “Harmoko dan Politik”

    1. 1
      akhyaree Says:

      boleh komen? sosok pak harmoko, bagi saya adalah salah satu simpul masa lalu yang menurut saya lebih nyaman dan menyenangkan dibanding masa carut marut ini. Saya tidak membicarakan ttg bagaimana beliau menjadi Menpen selama bertahun tahun, saya hanya menggarisbawahi bahwa sebagai seorang manusia, pak Harmoko adalah pribadi yang penyabar, humoris, tidak mudah marah, dan bisa memendam emosi.
      Sungguh, saya merindukan masa lalu, jaman 80-an, sampai masa masa 1995-an.
      Maju terus Indonesia. reply to my email, or visit my blog :)

    2. 2
      Ade Bayu Says:

      @akhyaree
      Boleh… silakan komen Akhyaree ^_^
      Hehehe.. memang ada hal-hal yang kurang pada diri setiap manusia. Tapi alangkah baiknya jika bukan hal jelek yang dibicarakan to?
      Dalam hal ini saya sependapat dengan Akhyaree, ada keadaan di masa lalu yang baik dan sebenarnya dapat ditingkatkan di masa kini / mendatang. Tentu saja dengan menghilangkan / mengurangi hal2 jeleknya.

    3. 3
      kojexs-warayang Says:

      ikut komen juga ya….^_^
      untuk mengambil tauladan orang lain lebih baik ambil yang positipnya ajah. beliau memang sosok bapak yang menyenangkan dalam hal bekominukasi, beliau mampu berkomunikasi dengan humoris, santay, dan ada poin yang disampaiakan. itu dari segi intelektual beliau, tapi ada hal lain yang menarik juga dari beliau, dimana dengan usia beliau yang kira-kira 70-an itu, beliau masih tampak sehat, bugar, dan mampu berkomunikasi dengan khas beliau humoris dan menyenangkan. kata beliau rahasianya (pada acara kick andi) olah raga.

    4. 4
      Ade Bayu Says:

      @kojexs-warayang
      Seperti sampeyan yang rajin olahraga, badan paling OK se-warayang…

    Leave a Reply

    Designed by Posicionamiento Web | Sponsored by Ganar dinero