Kebebasan Berekspresi
Sering saya mendengar “kebebasan berekspresi adalah hak kita”. Atau kalimat-kalimat senada yang mengungkapkan seolah-olah bahwa berekspresi itu tidak boleh dibatasi oleh apapun.
Namun, ada juga yang mengambil sikap jalan tengah, “ya bebas, namun ada batasnya”. Tanpa menjelaskan dengan jelas, apa dan bagaimana batas itu.
Apabila pendapat ini terus dipegang, maka pegoyang dangdut hot akan berkata, “saya bebas dong berekspresi, mengekspresikan diri, seni, dsb”..
Namun bagaimana jika massa juga berkata, “OK silakan, kami juga bebas dong bereskpresi, mengekspresikan kemarahan kami.. Ciattt!!!”
Maka hal yang lucu akan terjadi. Dasar kebebasan sekarang sudahlah salah kaprah -_-










kebebasan berekspresi sama dengan kebebasan berkomentar kan?
masalahnya, kalau didunia maya
August 17th, 2008 at 6:12 pmsemua dianggap biasa.
kebebasan yang bertanggung jawab!
August 19th, 2008 at 10:50 pm@adi isa
Iya, sebagaimana bung ahli telematika dulu yang juga bebas berkreasi -_-
@masciput
August 20th, 2008 at 2:49 pmItulah, batas bertanggung jawab itu bagaimana juga kurang jelas
Kebebasan tetap memerlukan rambu-rambu……
August 21st, 2008 at 4:16 pm@edratna
August 21st, 2008 at 9:30 pmIya Bu, Benar dan menurut saya, rambu-rambu itu tidalah berupa kebebasan yang lain dengan alasan HAM atau yang sejenisnya.
Batasnya tidak jelas ? Itulah social science ! Anda pasti masih suka berpikir semua hal yang pasti. Saya maklum, Anda orang eksak. Segalanya harus eksak. Variabel-variabelnya harus jelas. Itu karena dalam kasus-kasus eksakta, variabel-variabel itu sedikit dan measurable. Dalam social science, variabelnya banyak dan seringkali tidak measurable….
September 7th, 2008 at 9:01 amSo, jangan wasting time dengan memikirkan “batasan kebebasan itu mestinya seperti apa?” , tetapi lihatlah “batasan apa yang diinginkan oleh suatu environment terhadap kebebasan itu sendiri”, karena setiap environment itu memiliki standar batasan yang berbeda2.
@nugie
Betul Mas, saya belum banyak melanglang buana seperti Mas Nugie, jadi bumbu-bumbu sosial belum begitu banyak ^_^
Begitulah fenomena yang saya amati belakangan ini, karena banyaknya variable yang juga unmeasurable, terjadi banyak bentrokan sana sini karena masing-masing saling membatasi.
Pada paragraf terakhir saya sependapat, pada akhirnya semesta (atau yang Mas bilang environtment)-lah yang akan membatasinya. Akan ada seleksi alam di lingkungan masing-masing yang mana akan meloloskan anggota-anggota sistem yang dapat beradaptasi.
September 7th, 2008 at 11:03 pmberani nanggung y harus berani Jawab ,,, y g bos..
September 12th, 2008 at 12:01 pm@kawel
Benar Bos.. ^_^
September 15th, 2008 at 11:03 pmWah.. yang punya iklan-sukses itu Anda kah?