Menghadapi Perubahan
Tidak semua orang siap dengan perubahan. Apakah itu perubahan ke arah positif, ataukah negatif. Ketidaksiapan tersebut kebakanyan berupa suatu ketakutan. Ketakutan menghadapi kenyataan dan resiko-resiko yang terjadi pada perubahan tersebut.
Perubahan bisa terjadi pada mahasiswa yang berubah statusnya menjadi seorang lulusan (walau saya belum). Ada ketakutan-ketakutan semacam “bagaimanakah setelah lulus nanti?”, “apakah meneruskan studi atau bekerja?”, “Bagaimana pekerjaan saya nanti?”. Belum lagi ditambah masalah-masalah relationship semacam, “kapan nikah?”, “bagaimana targetannya?”, “apakah akan langgeng dengan pasangan sekarang?”, dan pastilah banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang menghantui masing-masing pribadi.
Ketakutan ini menurut hemat saya, kebanyakan justru merupakan faktor penghambat dalam menghadapi perubahan itu. Apabila perubahan positif, ketakutan dapat menjadi faktor yang membuat arti positif itu tidak ada artinya. Misalkan beberapa waktu lalu saya mengalami kejadian mendapat suatu rejeki tertentu. Sempat ada kekhawatiran bagi saya dalam penggunaannya boros. Justru anehnya, yang terjadi malah benar-benar boros.
Ketakutan juga dapat menjadi faktor penambah terpuruk apabila perubahan tersebut negatif. Misal seseorang yang (masih) gagal dalam studinya, akan tambah stress dan terpuruk apabila di dalam benaknya masih ada ketakutan-ketakutan seperti “apakah nanti gagal lagi?”, “bagaimana jika ini.. itu..” dan sebagainya. Ketakutan justru akan membuat seseorang kehabisan sebagian waktunya untuk berpikir terhadap hal-hal yang seharusnya memerlukan aksi.
Bagaimana jika keadaan yang berubah namun kita sendiri tidak berubah? Inilah keadaan yang membingungkan saya. Apakah ada?
Karena seseorang berkata kepada saya, “Aku tidak berubah, tetapi keadaan yang berubah…”
Apakah masih berlalu kata-kata saya “The key to change… is to let go of fear.” ?










Yang jelas adalah…”yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri”
Jangan sampai kita masuk ke comfort zone, sehingga kita akan kaget terhadap perubahan, akhirnya malah kita diubah oleh perubahan itu sendiri dari ada menjadi tidak ada apa-apa….
Buka mata dan telinga lebar-lebar…petuah orang tua ini banyak benarnya dan bisa tetap bermanfaat sampai kapanpun.
August 21st, 2008 at 4:15 pm@edratna
August 21st, 2008 at 9:31 pm^_^ kata-kata yang bijak Bu. Saya akan camkan baik-baik.
Jadi sebenarnya tujuan perubahan kita adalah perubahan yang lain begitu kan Bu?